Selasa, 28 Mei 2013

Memahami Kanker Kulit

Kanker kulit merupakan perubahan sel abnormal pada lapisan luar kulit dan jenis kanker yang paling umum di dunia. Kebanyakan kasusnya dapat disembuhkan. Namun begitu, setiap tahun insiden kanker kulit terus meningkat.
Kanker kulit tiga kali lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita dan risikonya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kebanyakan orang yang didiagnosis kanker kulit berusia 45 dan 54 tahun. Meski demikian, besar juga kemungkinannya terjadi pada orang yang lebih muda.
Jika ada kerabat dekat yang memiliki kanker kulit, Anda berisiko lebih besar mengalaminya juga. Selain itu, geografi dan ras juga menjadi faktor kemungkinan, di mana tingkat kanker kulit tertinggi dimiliki orang-orang berkulit putih.
Kanker kulit sangat muda dideteksi sejak awal, karena penampakan tumor di permukaan kulit. Inilah yang membuat pengobatannya menjadi lebih mudah disembuhkan.
Jenis Kanker Kulit
Kanker kulit terbagi dalam dua kategori utama, yakni melanoma dan nonmelanoma. Melanoma dimulai dalam jaringan berpigmen, seperti tahi lalat atau tanda lahir, serta pigmentasi kulit.
Melanoma paling sering muncul pertama kali pada ekstremitas, dada, atau punggung, kadang-kadang di telapak tangan, telapak kaki, di bawah kuku atau kuku, dalam lapisan lendir dari mulut, vagina, anus, atau mata.
Melanoma berpotensi agresif dan mengancam jiwa. Sebenarnya mudah terdeteksi dan bisa disembuhkan jika diobati sejak dini. Hanya saja, pertumbuhan sel kanker ini berlangsung lebih cepat daripada jenis lain.
Melanoma juga dapat menyebar di luar kulit dan mempengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk tulang atau otak. Jika itu sudah terjadi, melanoma jadi sangat sulit diobati dan disembuhkan.
Dua kanker kulit yang paling umum, karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, termasuk dalam jenis nonmelanomas dan jarang mengancam nyawa. Jenis ini jarang menyebar di luar kulit dan dapat dengan mudah dideteksi sehingga mudah disembuhkan.
Karsinoma sel basal tumbuh sangat lambat. Sedangkan karsinoma sel skuamosa lebih agresif dan lebih cenderung menyebar.
Selain itu ada nonmelanomas langka yang dinamakan sarkoma kaposi, kanker kulit yang berpotensi mengancam jiwa yang ditandai dengan kulit berwarna keunguan. Ini ada hubungannya dengan sistem kekebalan dan seringkali terjadi pada pasien AIDS atau orang tua.
Beberapa pertumbuhan kulit nonkanker yang memiliki potensi untuk menjadi kanker adalah keratosis actinic. Cirinya, kulit berkerak, lesi kemerahan yang jika digores bisa tumbuh kembali.
Yang Paling Berisiko
Kanker kulit cenderung menyerang orang berwarna kulit terang. Orang berkulit gelap biasanya hanya terkena di area terang dari tubunya, seperti telapak kaki, di bawah kuku, atau kuku kaki.
Insiden kanker kulit diduga lebih tinggi di tempat-tempat dengan sinar matahari yang intens, seperti Arizona dan Hawaii. Sedangkan di Australia, sering terjadi pada orang berkulit putih keturunan Irlandia dan Inggris.
Penyebab Kanker Kulit
Paparan berlebihan terhadap sinar matahari merupakan penyebab utama kanker kulit. Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) yang dapat mengubah materi genetik dalam sel-sel kulit dan menyebabkan mutasi. Sunlamps , tanning booth , dan sinar-X juga menghasilkan sinar UV yang dapat merusak kulit dan menyebabkan mutasi sel ganas.
Ester Sondang 

seumber:Tabloid Nova

Baca juga artikel kami tentang Obat Pelangsing yang Aman dan Sehat

0 komentar:

Posting Komentar